POST

Selasa, 04 Juni 2013

Materi Kuliah Pertemuan 5 mei 2013 (materi 1)



Pengembangan Teknilogi Informasi (IT) dalam Pendidikan
Program Pascasarjana
Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) Banyuwangi
Tahun akademik 2013/2014
Oleh:  Dr. Kundofir, Dpl.T.Ed., ST., M.Pd

SISTEM INFORMASI PENDIDIKAN


A.   Latar  Belakang

Dewasa ini persaingan antara sumber daya manusia semakin hari semakin terasa sangat ketat, hal ini tidak terlepas dari perkembangan dunia yang menuntut tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas.
Kualitas sumber daya manusia salah satunya di tentukan oleh berapa lama manusia tersebut mengenyam pendidikan formal maupun non formal, sebab melalui pendidikan manusia akan menjadi tahu dariapa yang mereka tidak  ketahui.
Jejang pendidikan di negara kita sudah sangat memadai mulai dari Sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi, tinggal bagaimana para peserta didik bersedia mengikuti serta mentaati semua kurikulum yang ada pada lembaga pendidikan, setelah para peserta didik bersedia untuk didik serta dibina maka kesiapan lembaga pendidikanlah yang pada akhirnya menentukan kualitas peserta didiknya setelah mereka selesai mengenyam pendidikan pada lembaganya masing-masing.
Persaingan antara lembaga pendidikan khususnya sekolah menengah atas kian hari kian kuat saja, hal ini memaksa sekolah-sekolah yang ada berlomba-lomba menawarkan pelayanan terbaik bagi calon peserta didiknya.
Persaingan yang kian menguat tidak akan menjadi masalah besar bagi sekolah-sekolah yang notabenenya milik pemerintah atau negeri, sebab untuk sekolah negeri mereka mendapatkan bantuan faslitas dari pemerintah di bandingkan dengan sekolah swasta.
Sejalan dengan perkembangan dunia teknologi setiap sekolah dituntut untuk memasukan sistem  khususnya sistem informasi sebagai bagian dari pengelolaan manajemen di sekolah bersangkutan, dengan masuknya sistem informasi kedalam sekolah diharapkan lulusannya kelak memiliki keterampilan lain disamping pengetahuan-pengetahuan inti yang mereka dapatkan selama mengikuti proses pembelajaraan di sekolah.
Masuknya sistem informasi pada setiap sekolah juga dapat meningkatkan daya saing sekolah bersangakutan dengan sekolah lain, betapa tidak dengan adanya sistem informasi segala informasi yang berkaitan dengan sekolah akan mudah dan cepat di akses bagi mereka yang membutuhkan khususnya calon siswa baru.
Disamping hal tersebut diatas sistem informasi pun akan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi para pemegang kebijakan di sekolah untuk mengambil keputusan yang tepat sehingga sedini mungkin kesalahan akan dapat diminimalisir.
Untuk itulah pada artikel ini akan membahas berbagai kerancuan yang sering terdengar di berbagai lembaga pendidikan atau sekolah dan melalui artikel ini diharapkan akan dihasilkan suatu kajian tentang “ SISTEM  INFORMASI  PENDIDIKAN ”.
Berdasarkan latar belakang di atas, Mengapa Lembaga Pendidikan Perlu Sistem Informasi?


B.   Pengertian  Sistem  Informasi  Pendidikan

Sistem diartikan sebagai suatu kumpulan dari komponen yang saling berkaitan untuk secara bersama-sama menghasilkan satu tujuan.
Mengenai hirarki pengelompokkannya, dapat dikemukakan bahwa apabila suatu komponen didalam suatu sistem membentuk sistem sendiri maka komponen ini dinamakansubsistem dan seterusnya sehingga akan ada nama-nama modul, submodul,aplikasi dan subaplikasi.
Hirarki ini berlaku relatif, tergantung dari jenjang manajerial manakah dimulainya.
Informasi diartikan sebagai hasil pengolahan data yang digunakan untuk suatu keperluan, sehingga penerimanya akan mendapat rangsangan untuk melakukan tindakan.
Data adalah fakta yang jelas lingkup, tempat dan waktu-nya.
Data diperoleh dari sumber data primer atau sekunder dalam bentuk berita tertulis atau sinyal elektronis.
Pengertian informasi dan data berlaku sangat relatif tergantung pada posisinya terhadap lingkup permasalahannya.
Jenis-jenis informasi dapat dipandang dari 3 segi yaitu manajerial, sumber dan rutinitasnya.
Pendidikan dapat diartikan sebagai usaha yang terencana untuk menciptakan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki suatu kekuata spiritual keagamaan, pengendalian  diri,kepribadian
kecerdasan, sikap sosial dan ketrampilan yang diperlukan dirinya,masyarakat,bangsa dan negara.
Manajemen sistem informasi pendidikan adalah suatu kumpulan dari komponen yang saling berkaitan yang diatur,dikelola atau dikoordinasikan untuk mengubah data menjadi informasi guna mencapai tujuan pendidikan.
Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu.
Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.

C.   Mengapa Lembaga Pendidikan Perlu Sistem Informasi?

Tujuan atau kemajuan Lembaga Pendidikan/sekolah akan bisa tercapai tergantung pada lingkungan pendidikan tersebut.
Perubahan yang terjadi dilingkungan pendidikan juga mempengaruhi lembaga pendidikan.
Lingkungan pendidikan yang dimaksud adalah ekonomi politik dan sosial budaya masyarakat.
Perlunya sistem informasi bagi lembaga pendidikan yaitu
Pada tahun 2000an hampir tidak ada lembaga pendidikan yang tidak memanfaatkan media massa untuk mengiklankan lembaga pendidikannya,apalagi menjelang tahun ajaran baru.
Metode yang digunakan sangat bervariasi,model yang dipakai juga sangat beraneka ragam.
Yang menarik untuk dikaji,ada perguruan tinggi yang mempromosikan lembaganya dengan menggunakan model pelawak dan artis ( bukan seorang ahli atau ilmuwan ).
Lembaga pendidikan tidak bisa lagi dianggap sebagai lembaga sosial semata,karena di dalam lembaga pendidikan tersebut ada berbagai kepentingan yang mengharuskan lembaga tersebut tetap eksisi dalam situasi yang penuh persaingan.
Pada awal tahun 1980an hampir tidak ada sekolah yang menawarkan lembaganya dengan membebaskan uang gedung,pemberian bea siswa,tetapi sekarang karena persaingan yang sangat ketat lembaga-lembaga pendidikan menawarkan berbagai kemudahan bagi calon siswa dan mahasiswa.
Sistem informasi tidak saja menginformasikan apa yang terjadi di dalam lembaga pendidikan , tetapi juga menyerap informasi dari lingkungan untuk kepentingan lembaga pendidikan dan masyarakat.
Perubahan lingkungan ini sangat pesat,misalnya perubahan perundangan, kebijakan pemerintah, perkembangan teknologi  informasi harus segera direspon oleh lembaga pendidikan kalau lembaga tersebut tetap ingin eksis
Lembaga pendidikan yang besar melibatkan orang banyak artinya rentang kendalinya juga semakin meningkat dan pihak ekternal yang terlibat juga banyak.
Dengan semakin luasnya orang yang berkepentingan dengan lembaga/organisasi diperlukan sistem informasi yang cepat , tepat , relevan , padat,jelas mempunyai daya kuantifikasi dan konsistensi.
Oleh karena itu perlu bantuan teknologi informasi,dan juga pimpinan memerlukan peringkasan informasi dari masing-masing bagian dalam rangka pengambilan keputusan.
Manfaat lain dari sistem informasi ini adalah
  1. Lebih mendekatkan masyarakat dengan lembaga-lembaga pendidikan atau sebaliknya mendekatkan sekolah dengan masyarakat di sekitarnya.
  2. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan dan menggalang dukungan dan bantuan masyarakat tehadap program-program lembaga pendidikan.

D.    Fungsi-fungsi Dalam Sistem Informasi

Fungsi utama informasi menambah pengetahuan atau mengurangi ketidak pastian pemakai informasi. Informasi yang disampaikan pemakai mungkin merupakan hasil data yang dimasukan kedalam, dan pengolahan, suatu model keputusan. Akan tetapi , dalam kebanyakan pengambilan keputusan yang komlpeks, informasi hanya dapat menambbah kemungkianan kepastian atau mengurangi bermacam – macam pilihan.
Selain itu fungsi informasi adalah memberikan suuatu dasar kemungkinan untuk mengggapai suatu seleksi kepada pengambil keputusan. Fungsi informasi tidak mengarahkan pengambilan keputusan mengenai apa yang harus dilakukan, tetapi mengurangi keaneka ragaman dan ketidak pastian untuk menyebabkan diambilnya suatu keptusan yang baik).
Beberapa informasi dapat berasal dari pengamatan perseorangan,; berupa informasi lainnya dari percakapan dengan orang – orang lain dan dari rapat – rapat panitia;beberapa informasi lainnya berasal dari luar seperti dari majalah, media surat kabar, atau laporan pemerintah ; dan beberapa lagi mungkin berasal darii system informasi hanya dapat memberikan sebagiann dari sistem informasi itu sendiri.
 Tahap-tahap yang dilalui dalam sistem informasi adalah
  1. Tahap masukan
  2. Tahap pemrosesan atau pengolahan
  3. Tahap keluaran
Terkait dengan tahap-tahap ini adalah fungsi-fungsi pengumpulan,pemprosesan data,penyediaan informasi,manajemen data dan pengendalian data.
Fungsi-fungsi ini sering di sebut sebagai siklus pemprosesan data yang mentransformasi data dari berbagai sumber menjadi informasi yang dibutuhkan oleh internal maupun eksternal organisasi.
Pengumpulan data dimulai dengan penangkapan data ( data capture ) adalah tahap penarikan data ke dalam sisten.
Langkah selanjutnya adalah mencatat data ( recorder ) pada formulir-formulir yang disebut sebagai dokumen sumber.
Data yang sudak ditangkap mungkin perlu diabsahkan(divalidasi) untuk memastikan akurasi atau kecepatannya dan diklasifikasikan untuk dimasukkan dalam kategori-kategori yang telah ditemukan.
Selanjutnya data dapat ditransmisikan / dipindahkan  dari titik tangkapan ke titik pemrosesan.
   Data yang sudah dikumpulkan dan diproses melalui tahap-tahap validasi dan diklasifikasikan kemudian di ringkas dengan melakukan agregasi terhadap semua kejadian/aktifitas.
Fungsi manajemen data terdiri dari tahap penyimpanan data , pemutakhiran (updating) data dan pengambilan ulang(retrieving).
Penyimpanan data menempatkan data kedalam arsip atau base data ( file atau data bases dalam komputer ) , data ini juga bisa di gunakan sebagai alat bantu perencanaan.
Data dapat disimpan secara permanen / sementara untuk menunggu proses selanjutnya.
Pemutakhiran data maksudnya menyesuaikan data agar mencerminkan peristiwa,operasi dan keputusan/kebijakan yang terbaru.
Pengambilan data adalah tahap melakukan akses untuk updating maupun untuk pemrosesan lebih lanjut menjadi informasi.
Pengendalian data adalah tahap melindungi dan memastikan ketepatan data,karena data yang masuk ke pemrosesan bisa salah / hilang selama pemrosesan.
Pengendalian ini dalam langkah penangkapan dan langkah pemprosesan bisa berupa otorisasi,validasi,verifikasi,review. Pengamanan data dapat dilakukan dengan laci yang terkunci,password.
Fungsi informasi yang terakhir adalah menyediakan informasi ke pengguna. Pengguna bisa internal maupun eksternal organisasi. Informasi bisa data mentah tapi juga bisa data yang sudah diproses/diolah.
Informasi bisa berupa laporan insidental atau laporan rutin.

E.    Unsur – unsur  Dalam  Sistem  Informasi  Yang  Efektif  Bagi Lembaga
        Pendidikan

Untuk menentukan jaringan yang efektif bagi suatu sistem informasi manajemen pendidikan telah di sasarkan pertanyaan – pertanyaan sebagai berikut:
  1. Data atau informasi apakah yang dibutuhkan oleh lembaga pendidikan?
  2. Bilamana data atau informasi itu dibutuhkan oleh lembaga pendidikan?
  3. Siapa yang membutuhkan informasi tersebut?
  4. Dimana data atau informasi itu dibutuhkan?
  5. Dalam bentuk apa data atau informasi itu dibutuhkan?
sumber hidup setiap lembaga pendidikan adalah arus inteligensi , informasi, dan data. Plasma ini bergerak sepanjang saluran dari suatu titik ke titik yang lain menuju jaringan unsure – unsure operasi sekolah/lembaga pendidikan yang saling berhubungan. Arus informasi ini meliputi data dalam pendidikan, operasi, biaya, langganan, pesaing dan langganan, sesungguhnya keseluruhan lingkungan intern dan ekstern. Unit – unit arus mungkin terdapat dalam bentuk panggilan telepon, memo, laporan, formulir, pertemuan berhadap – hadapan, tanda elektrik atau elektronik, atau setiap media lainnya yang memindahkan simbul – simbul yang jelas dari suatu tempat  ketempat yang lain dalam sistem.
Pengaturan umpan balik (feed back loop) terdiri atas saluran – saluran informasi yang menyampaikan masukan yang telah di olah, operasi dan data keluaran kepada langkah – langkah analis dan keputusan sehingga rencana dan standar pendidikan dapat dinilai dan petunjuk – petunjuk kontrol dapat disampaikan kebawah kepada tingkatan – tingkatan operasi pendidikan.

F.   Sistem  Informasi  Berbasis  Komputer

Sistem informasi berbasis computer secara sederhana adalah segala bentuk
penyajian informasi dengan menggunakan media computer hal ini dilakukan untuk
memudahkan serta kerapihan kearsipan yang mungkin dapat berguna di kemudian hari.
Syarat berjalannya system informasi berbasisi computer adalah :

1.   Basic Data
Data merupakan input dalam sistem informasi berbasis computer yang
kemudian akan di olah menjadi informasi yang lebih mudah di fahami oleh pihak lain.
Contoh basic data adalah :
a. Profile Sekolah
b. Data Base Kurikulum
c. Data Base Siswa yang ada
d. Data Base Guru
e. Data Base Nilai

2.   Hardware
Hardware atau perangkat keras merupakan alat yang di gunakan untuk menyimpan data-data yang akan di oleh menjadi informasi.
Contoh hardware :
a. Monitor
b. CPU
c. Keyboard
d. Mouse
e. Hard Disk
f. Stabilizer
g. UPS
h. Flashdisk


3.   Software
Software atau perangkat lunak merupakan program yang dapat digunakanuntuk mengolah data.
Contoh software :
a. Microsoft Acces
b. Microsoft Excel
c. Microsoft Word
d. Microsoft Power Point
e. Visual Basic

4.  Operator
Operator adalah orang yang dapat mengoperasikan computer dan mampu
mengolah data menjadi informasi yang lebih mudah untuk di fahami.

Komputer dirumuskan sebagai suatu perlengkapan elektronik yang mengolah data, mampu menerima masukan dan keluaran, dan mempunyai sifat seperti kecepan yang tinggi ketelitian, dan kemampuan menyimpan instruksi – insstruksi untuk memecahkan masalah. Komputer dapat melaksanakan kebanyakan jenis pengolaahan informasi yang dapat dilakssanakan oleh manusia dengan lebih cepat dan dengan kesalahan – kesalahan yang lebih sedikit. Komputer dapat membaca data dari ratusan kartu pons dalam waktu yang sangat singkat; menyimpan jutaan atau angka untuk kemudian dapat diperoleh kembali seketika; melaksanakan bermacam perhitungan yang sangat sulit ; menuliss surst yang telah diprogramkan ; membuat gambar, kurvs, grsfik, dan sebagainya.
Komputer tidak dapat mulai berfikir, membetulkan kesalahannyasendiri, atau melakukan pengolahan yang sifatnya kreatif. Akan tetapi, kesalahaan penemuan yang sifatnya rutin dapat deprogram kedalam computer sehingga computer tersebut dapat memberi peringatan kepada operatornya mengenai kesalahan yang sedang dibuat.
Kebanyakan computer yang di pakai dalam sim adalah computer digitall, yang mengolah data dalam bentuk huruf atau angka yang berlainan, menggunakan line printer, mesin tik, alat pons kartu atau alat pons pita kertas untuk membuat laporan atau formulir jenis standart. Computer analog dipergunakan untuk mengolah data yang sifatnya terus- menerus seperti suhu, tekanan udara, dan informasi mengenai permesinan dan produksi lainnya.
fungsi atau tugas-tugas informasi dapat dilakukan secara manual dan berbasis komputer.
Secara manual artinya bahwa fungsi-fungsi yang telah dijelaskan dimuka,dari pengumpulan data sampai menyediakan informasi dilakukan secara manual.
Berbasis komputer dimaksudkan bahwa sebagian besar sistem informasi dikerjakan oleh komputer yang disebut computer based system.
Keunggulan sistem informasi yang berbasis komputer dibanding secara manual adalah sebagai berikut :
Komputer mampu memproses data lebih efektif dibanding manusia.
Komputer mampu melakukan perhitungan secara cepat,akurat dan ekspansif,komputer dapat memproses seharian tanpa membuat kesalahan,tanpa istirahat.
Dalam batas-batas tertentu komputer mampu memproses transaksi secara murah dari pada dilakukan oleh manusia.
Walaupun komputer biasanya membutuhkan investasi yang besar pada awal operasinya,namun kecepatan pemprosesan transaksi akan sangat membantu mengurangi biaya setiap adanya tambahan transaksi.
Komputer merupakan alat pemroses data yang dapat diandalkan.
Komputer tidak pernah merasa lelah,jemu,emosional walaupun bekerja seharian.
Komputer mematuhi setiap perintah yang ada dalam program secara tepat dan konsisten.
Komputer dapat melaksanakan program yang sangat kompleks dengan tanpa ada kesalahan.
  1. Komputer mampu menyimpan data lebih padat,karena sistem informasi yang  berbasis Komputer data disimpan dala pita magnetic,dan mudah ditemukan / digandakan bila diperlukan.
  2. Operasionalisasi Komputer lebih efisien dibanding manusia.
Komputer mampu mengintegrasikan siklus dan arsip pemprosesan transaksi.
Komputer mampu melaksanakan berbagai operasi secara pararel sehingga meminimalkan beban puncak.
Komputer mampu mengendalikan proses fisik secara kompleks yang berlangsung dalam hitungan detik.
  1. Komputer bersama-sama dengan manusia akan mampu menyediakan informasi yang lebih baik bila dibandingkan yang dilakukan oleh manusia.
Informasi akan dapat disajikan lebih tepat waktu,terperinci dan lebih selektif sesuai dengan kebutuhan.

G.    Alternatif  Pemprosesan  Dalam  Sistem  Informasi

Sistem informasi yang berbasis komputer pemrosesan dapat dilakukan dengan segera ( immediately ) atau secara periodik ( periodically ).
Pemprosesan dengan segera dapat dengan mudah dilakukan bila sistemnya tersedia dan sistemnya on-line dan berfungsi terus menerus.
Pemprosesan dengan pendekatan periodik yang lebih dikenal dengan betch processing,artinya dilakukan Pemprosesan setelah transaksi / kejadian dikumpulkan dalam suatu periode tertentu misalnya satu minggu atau satu bulan.
Pendekatan periodik tidak memerlukan sistem yang on-line secara terus menerus.
Pendekatan batch lebih cocok dilakukan untuk transaksi-transaksi / kejadian yang sifatnya rutin.
Langkah yang penting dalam Pemprosesan transaksi / kejadian rutin adalah posting data dari sebuah batch.
Keuntungan pendekatan Pemprosesan secara periodik adalah
  1. Meningkatkan efisiensi pemrosesan terutama ketika batch besar diproses secara bertahap.
  2. Memungkinkan penggunaan batch total untuk pengendalian yang lebih baik dari sisi keakuratan dan kelengkapan Pemprosesan.
  3. Penggunaan perangkat lunak dan peranglat keras secara okonomis.
Kelemahan pendekatan Pemprosesan secara periodik adalah
  1. Catatan dalam master file tidak up to date,kecuali sesudah dilakukan pemostingan.
  2. Menunda koreksi kesalahan dalam transaksi dan pemrosesan sampai siklus pemrosesan berikutnya.
  3. Adanya tahap penyortiran yang merupakan aktifitas yang tidak produktif.
Pendekatan pemrosesan segera atau juga disebut real-time pro-cessing merupakan pemrosesan masing-masing transaksi/kejadian dientri dengan menggunakan peralatan on-line dan kemidian diposting sesegera mungkin dan secara langsung akan berpengaruh terhadap file master yang berhubungan.
Keuntungan pendekatan segera adalah
  1. Menyediakan informasi yang up to date.
  2. Menghilangkan langkah yang tidak perlu yaitu penyortiran dan pencatatan.
Kelemahan pendekatan segera adalah
  1. Memerlukan perangkat lunak dan keras yang relatif mahal.
  2. Tidak adanya pengendalian batch total.
  3. Memerlukan sistem yang kompleks.
  4. Memerlukan audit yang lebih kompleks dan sulit untuk pemeliharaan.
  5. Lambatnya pengentrian data.

H.   Pendekatan Data-Base

Informasi sangat erat hubungannya dengan data. Informasi berasal dari data. Oleh karena itu, sebelum penulis menjelaskan tentang informasi, akan menjelaskan terlebih dahulu tentang arti data.
Data merupakan bentuk jamak dari datum, yang berarti kenyataan, ‘catatan’.
Menurut the liang gie, data atau bahan keterangan adalah :
hal, peristiwa atau kenyataan lainnya apa pun yang mengandung suatu pengetahuan untuk dijadikan dasar guna penyusun keterangan, pembuatan kesimpulan atau penetapan keputusan. Data adalah ibarat bahan mentah yang melalui pengolahan tertentu lalu menjadi keterangan (information).
Menurut Gordon b. davis:
(data, bahan mentah bagi informasi, dirumuskan sebagai kelompok lambing tidak acak yang menunjukan jumlah – jumlah , tindakan – tindakan , hal –hal dan sebagainya. Data – data di bentuk dari lambing grafis. Lambing grafis ini dapat alfa betis, numeric, atau berupa lambing – lambing kusus seperti*,$,dan ~. Data –data disusun untuk mengolah tujuan – tujuan menjadi susunan data , susunan kearsipan, dan pusat data atau landasan data.).
Dalam menejemen data dapat digunakan pendekatan yang berorientasi file maupun pada data-base.
Pendekatan file maksudnya tiap aplikasi program memelihara sekumpulan file,file-file ini hanya bisa dioperasikan dengan program aplikasi tertentu.
Pendekatan data-base mempunyai kelemahan-kelemahan :
  1. Adanya elemen data yang identik dan tersimpan dalam dua atau lebih file,hal ini menyebabkan biaya penyimpanan yang dobel dan bisa menimbulkan data yang tidak taat azas,satu sudah diperbaharui satunya belum.
  2. Jumlah aktifitas pemprosesan data yang benyak menyita tenaga,aktifitas pemrosesan yang multi file ini akan rumit sehingga bisa menimbulkan kesalahan pemrosesan data.
  3. Perbaikan kesalahan harus dilakukan secara berkali-kali sesuai dengan data tersebut disimpan dalam berapa file.
  4. Laporan-laporan khusus sulit untuk dapat dipenuhi dengan pendekatan file.
Pendekatan data-base adalah merupakan perbaikan dari pendekatan file dimana data diorganisir sedemikian rupa sehingga data dapat dioperasionalkan dengan berbagai macam program aplikasi.
Pendekatan data-base mempunyai karakteristik sebagai berikut :
  1. Data independen,data terpisah dengan program aplikasi,kelebihan data independen terletak pada kemampuan berubah yang menjadikan sistem lebih mudah,cepat dan lebih murah dari pada file oriented system.
  2. Data Konsistensi,setiap elemen data mempunyai definisi standar dan konsisten melalui semua aplikasi yang menggunakan elemen data.
  3. On-time data entry da storage,data merupakan input untuk data base,disimpan pada tempat khusus dan tersedia untuk digunakan melalui bermacam-macam aplikasi dan pemakai.
Hal ini akan menjamin konsistensi data,meminimalkan persyaratan penyimpanan , mengurangi data entri dan proses pemeliharaan.
  1. Data Integration,data tersimpan secara terpusat,data dapat digunakan oleh banyak pemakai dan berbagai macam program aplikasi.
  2. Shared Data Ownership,data menjadi “milik umum” , setiap pemakai hanya menggunakan data sesuai dengan kebutuhannya.
  3. Centralized Data Management,pemeliharaan dan pengendalian data dilakukan secara terpusat dan biasanya ditangani oleh seorang administrator data base.

Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa:
  1. Manajemen sistem informasi pendidikan adalah suatu kumpulan dari komponen yang saling berkaitan yang diatur,dikelola atau dikoordinasikan untuk mengubah data menjadi informasi guna mencapai tujuan pendidikan.
Juga dapat diartikan suatu system informasi formal tentang pelaporan, penggolongan, dan penyebaran informasi kepada orang – orang yang tepat dalam pendidikan. System yang telah maju tidak hanya mengerjakan mengerjakan fungsi tata usaha, tetapi juga memmberikan bantuan pengambilan keputusan kepada manajemen pendidikan. Meskipun jarang terjadi , sistem terprogramnya mampu memonitor dan megarahkan operasi – operasi tertentu tanpa bantuan manusia.
Sistem informasi harus terus menerus dinilai untuk menjamin sistem tersebut dapat menyediakkan informasi yang penting bagi pemakainya.
Dengan semakin luasnya orang yang berkepentingan dengan lembaga/organisasi diperlukan sistem informasi yang cepat , tepat , relevan , padat,jelas mempunyai daya kuantifikasi dan konsistensi.
Oleh karena itu perlu bantuan teknologi informasi,dan juga pimpinan memerlukan peringkasan informasi dari masing-masing bagian dalam rangka pengambilan keputusan.
Terdapat perbedaan antara sekolah swasta dengan sekolah negeri, bagi sekolah negeri untuk mengadakan fasilitas teknologi informasi mungkin tidak begitu sulit hal ini berbeda dengan sekolah swasta untuk mengadakan fasilitas teknologi informasi mereka harus cermat dalam mengalokasikan sumber dana sebab di sekolah swasta tenaga pengajarnya pun lebih banya guru swasta.
Dalam tahap pelaksanaan Sistem informasi pada lembaga pendidikan diperlukan pemeliharaan khusus. Sering pelaksana/pegawai memberikan reaksi negative kepada pengatur informasi yang dipusatkan. Selanjutnya, hakikat pekerjaan operasi sehari – hari lembaga pendidikan diganti dengan penggunaan Sistem informasi.
Keberadaan teknologi informasi dirasakan sangan perlu dan sangat membantu dalam pelaksanaan manajerial sekolah, jika hal ini dilakukan pihak sekolah akan sangat mudah dalam memberikan informasi kepada pihak lain atau pihak sekolah akan sangat mudah mengakses informasi yang datangnya dari luar yang mungkin sangat berguna bagiperkembangan sekolah.
Dengan adanya system infomasi berbasis komputer juga akan meningkatkan daya saing sekolah juga dapat meningkatkan pelayanan bagi para peserta didik dilingkungan sekolah bersangkutan.
Sistem informasi yang berbasis komputer pemrosesan dapat dilakukan dengan segera ( immediately ) atau secara periodik ( periodically ).
Informasi merupakan produk utama system informasi. Karena informasi mengurangi ketidak pastian, akibatnya ialah bahwa informasi memberikan bantuan yang penting bagi Pendidikan.
Informasi mempunyai dua fungsi pokok, yakni mengurangi keanekaragaman dan memberikan umpan balik.
Mutu informasi itu lebih penting dari pada jumlahnya. Informasi berbeda dalam mutunya disebabkan oleh penyimpanan atau kesalahan. Penyimpangan mudah penyesuaiannya. Yang menjadi masalah adalah menemukan penyimpangan tersebut. Keslahan sulit menyesuaikannya.
  1. Setelah disadari bahwa manajemen sistem informasi sangat penting maka hendaklah lembaga pendidikan mampu meramu sistem informasi yang yang sesuai dengan lembaga pendidikan tersebut agar tujuan pendidikan dapat dicapai secara maksimal.
  2. Diharapkan dengan adanya makalah ini pembaca akan lebih dapat mencari tahu  tentang informasi pendidikan yang lainnya.


DAFTAR  PUSTAKA

Tim FKIP-UMS,2004.Manajemen Pendidikan.Surakarta : Muhammadiyah University Press.
Moekijat,DRS.1986.Pengantar  Sistem  Informasi  Manajemen.Bandung : PT  Remaja  Rosdakarya.
Siagian,P,Sondang,M.P.A.,Ph.D.1973.Sistem  Informasi.Jakarta : Gunung  Agung.









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar